
Di pagi hari yang begitu cerah, diiringi kicauan burung riang gembira. Seorang gadis yang masih melanjutkan pendidikannya di salah satu kampus negeri dan kini ia sedang menempuh semester duanya di kampus tersebut. Ia adalah mahasiswi yang cukup berprestasi sehingga ia menjadi best student di kampusnya. Tidak hanya berprestasi, ia mempunyai paras yang cantik, seorang gadis mempunyai rasa simpati dan peduli dengan orang – orang di sekitarnya.
Ia adalah anak dari keluarga yang sangat kaya raya. Ayahnya seorang pemilik perusahaan batu bara dan ibunya seorang pemilik toko butik yang sangat terkenal. Orang di Sekitarnya selalu memanggil dia Ambar. Dia berusia 19 tahun.
…
Ia sedang di perjalanan menuju kampus, dengan diantar supir pribadinya. Saat di perjalanan ia melihat seorang nenek paruh baya yang berjualan makanan di pinggir jalan yang sedang di ganggu oleh para preman yang ingin meminta uangnya.
“Stoop…pak.” ucap Ambar.
Lalu Ambar keluar dari mobil dan menghampiri nenek itu.
Ambar berkata kepada preman itu “Hehh… Apa kalian tidak malu meminta uang kepada nenek ini.”
“Eehhh… Siapa kamu ikut campur urusan kita, dasar bocah.” balas preman.
Ambar berteriak meminta tolong, lalu orang yang sedang berjalan di pinggir jalan itu datang dan menolong dia dan berhasil mengusir para preman itu pergi. Setelah Ambar menolong nenek itu, Dia melanjutkan perjalanannya menuju kampus.
…
Setibanya di kampus Ambar bertemu dengan lima sahabatnya yaitu Sabrina, Roy, Jefri, Tiara dan Syafira. Mereka adalah sahabat – sahabat Ambar. Meskipun mereka tidak sekelas hanya satu jurusan saja tetapi mereka sangat menjaga persahabatannya, mereka saling mensupport satu sama lain.
Meskipun begitu Tiara dan Jefri adalah seorang anak dari keluarga yang sederhana. Tetapi, Tiara dan Jefri adalah mahasiswa yang masuk di perguruan tinggi dengan beasiswa, mereka sangat rajin dan tekun. Terkadang Tiara suka merasa iri dengan Ambar, Sabrina dan Roy karena mereka terlahir di keluarga yang sangat kaya raya.
“Aku merasa iri terhadap kalian, terlahir di keluarga yang sangat kaya, keinginan terpenuhi, dan hidup enak tanpa harus memikirkan yang lainnya.” ucap Tiara dengan muka sedih.
“Tidak usah bersedih Tiara karena hidup ini sudah menjadi takdir jika kamu ingin merubahnya kamu harus berusaha dan berkerja keras. Kamu tidak akan seperti ini dan akan jauh lebih baik dari keadaan sekarang. Kita akan selalu ada untukmu baik suka maupun duka.” balas Ambar.
“Sudah jangan besedih! Ayo… cacing dalam perutku sudah mulai demo.” ucap Jefri.
Lalu merekapun pergi ke kantin untuk sarapan.
Setelah selesai sarapan mereka masuk ke kelas masing – masing. Di setiap waktu istirahat ada dua orang teman mereka yang membuat Ambar penasaran dengan mereka, entah apa yang mereka sembunyikan dari keempat temannya. Tingkah laku mereka sangat mencurigakan akhir – akhir ini. Ada apa dengan mereka…
Penasaran dengan cerita selanjutnya, simak terus ceritanya di part berikutnya👻